Unduh Aplikasi Nirvana

image Health

Health Category

Tak Cuma Dialami Anak-anak, Dewasa Pun Rentan Terhadap Biang Keringat! Ketahui Penyebabnya Disini

20 November 2023

oleh Tiara Yola

Share

Tweet

Salin Tautan

Ringkasan

Apa Itu Biang Keringat?

Penyebab Biang Keringat

Gejala dan Jenis-Jenis Biang Keringat

Upaya Pencegahan Biang Keringat

Sumber Referensi

Biang keringat atau juga dikenal dengan istilah keringat buntet umumnya diderita oleh bayi serta anak-anak. Meski begitu, tak jarang juga orang dewasa yang mengalami biang keringat.

Biasanya biang keringat akan terlihat seperti ruam kecil kemerahan yang menyebabkan gatal dan perih pada kulit. Biang keringat sendiri biasanya paling sering muncul di badan, leher, tangan dan dada.

Lantas apa sih penyebab biang keringat itu? Bagaimana cara mengatasinya?

Lewat artikel berikut ini, akan diulas terkait biang keringat serta cara mengatasinya. 

Semoga bermanfaat!

Apa Itu Biang Keringat?

Biang keringat atau miliaria merupakan ruam kecil dengan warna kemerahan yang menyebabkan gatal dan perih pada kulit. 

Masalah kesehatan ini memang lebih berisiko terjadi pada bayi dan anak-anak. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada orang dewasa.

Adapun alasan biang keringat lebih rentan menyerang bayi dan anak-anak dikarenakan kendali suhu tubuh pada bayi yang masih belum sempurna. 

Di samping itu, kelenjar keringat pada bayi masih terus berkembang, sehingga belum bisa mengeluarkan keringat dengan optimal.

Biang keringat sendiri biasanya ditandai dengan ruam kecil kemerahan yang menonjol, terasa gatal, serta menimbulkan sensasi menyengat atau bahkan perih di kulit. 

Lokasi yang biasa menjadi tempat munculnya biang keringat pada bayi adalah area leher, selangkangan, dan wajah.

Penyebab Biang Keringat

Penyebab utama biang keringat baik pada bayi maupun orang dewasa adalah tersumbatnya kelenjar keringat. 

Sehingga memicu munculnya ruam yang diikuti dengan peradangan. Kendati begitu, belum diketahui secara pasti penyebab penyumbatan kelenjar keringat tersebut.

Adapun beberapa faktor yang diyakini bisa meningkatkan risiko munculnya biang keringat adalah sebagai berikut.

1. Iklim Tropis

Baik iklim maupun cuaca yang gerah dan panas serta lembab disebut menjadi pemicu utama biang keringat.

2. Kepanasan

Iklim maupun cuaca yang gerah tentunya memicu seseorang menjadi kepanasan. Hal ini lah yang diyakini memicu terjadinya penyumbatan kelenjar keringat. Selain cuaca dan iklim, memakai pakaian terlalu tebal atau ketat juga bisa memicu terjadi penyumbatan kelenjar keringat.

3. Melakukan Aktivitas Fisik Tertentu

Melakukan aktivitas berat seperti olahraga tentunya akan membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat. Sehingga hal ini pun memicu munculnya biang keringat.

4. Kelenjar Keringat yang Belum Berkembang

Kondisi ini disebut menjadi penyebab utama biang keringat yang menyerang bayi. Pasalnya, kondisi ini membuat keringat lebih mudah tertahan di bagian dalam kulit.

5. Berat Badan Berlebih Atau Obesitas

Obesitas disebut turut memicu risiko munculnya biang keringat, terlebih pada area lipatan tubuh seperti selangkangan, leher, dan perut.

6. Berbaring Terlalu Lama

Biang keringat rupanya juga lebih rentan terjadi pada pengidap penyakit tertentu yang mengharuskan berbaring dalam waktu lama, terlebih dengan kondisi demam.

Gejala dan Jenis-Jenis Biang Keringat

Perlu diingat bahwa biang keringat bukanlah kondisi yang menular. Umumnya, kondisi ini terjadi pada saat seseorang berada di cuaca yang panas atau lingkungan bersuhu lembab.

Biang keringat sendiri biasanya ditandai dengan gejala seperti bintil-bintil kecil berwarna merah, khususnya di tempat menumpuknya keringat, misalnya munculnya bruntusan di tangan. Kemudian gatal atau rasa perih dan tajam pada ruam.

Adapun gejala tersebut bisa muncul di seluruh bagian tubuh dan bisa terjadi pada semua rentang usia, namun yang paling sering mengalami adalah bayi dan anak-anak.

Perlu diketahui bahwa biang keringat memiliki bentuk bintik yang mirip dengan keratosis pilaris. Namun pada keratosis pilaris, bintik-bintik tersebut tidak gatal.

Sementara berdasarkan dalamnya kerusakan kulit yang terjadi, biang keringat dibagi menjadi empat jenis. Mulai dari miliaria kristalina, miliaria rubra, miliaria pustulosa dan miliaria profunda.

Upaya Pencegahan Biang Keringat

Salah satu cara terbaik yang patut dicoba untuk mencegah terjadinya biang keringat adalah dengan menghindari faktor risiko yang bisa memicu terjadinya penyumbatan pada kelenjar keringat.

Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penyumbatan kelenjar keringat:

1. Menjaga kulit tubuh tetap dingin dan sejuk

2. Menggunakan sabun yang berbahan dasar lembut dan tidak mengandung parfum

3. Tidak mengenakan pakaian ketat atau terlalu tebal saat cuaca sedang panas

4. Menghindari aktivitas di luar ruangan, khususnya di bawah terik matahari

5. Selalu menyeka atau membersihkan keringat saat dan setelah berolahraga atau beraktivitas

Sumber Referensi

dr. Rizal Fadli. 2022. Biang Keringat [online] (https://www.halodoc.com/kesehatan/biang-keringat diakses online pada 19 November 2023)

dr. Pittara. 2022. Biang Keringat [online] (https://www.alodokter.com/biang-keringat diakses online pada 19 November 2023)

article

Artikel Terkait Lainnya