Unduh Aplikasi Nirvana

image Health

Health Category

Sering Ngantuk Hingga Lemas Usai Makan? Awas Food Coma!

05 August 2023

oleh Tiara Yola

Share

Tweet

Salin Tautan

Ringkasan

Apa Itu Food Coma?

Gejala Food Coma

Penyebab Food Coma

Upaya Mencegah Food Coma

Sumber Referensi

Kebanyakan orang pasti pernah merasakan kantuk saat merasa kenyang setelah makan. Bahkan ada juga diantaranya yang merasa lelah setelah makan.

Rupanya, hal tersebut memiliki istilah sebagai food coma. Sementara pada istilah medis, hal tersebut adalah somnolen postprandial.

Lantas apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan food coma? Apakah kondisi tersebut berbahaya pada kesehatan tubuh? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Food Coma?

Berdasarkan informasi yang didapat dari Medical News Today, para peneliti tidak memahami sepenuhnya terkait dengan penyebab rasa kantuk postprandial alias rasa kantuk yang muncul setelah makan.

Meski begitu, rasa kantuk yang muncul itu mungkin terjadi sebagai reaksi biologis alami terhadap makanan yang dicerna tubuh, atau mungkin ada alasan lain mengapa orang tersebut merasa mengantuk.

Somnolen postprandial atau yang lebih dikenal sebagai food coma sendiri mengacu pada kondisi rasa lelah, mengantuk, atau penurunan tingkat energi yang bisa terjadi setelah makan. 

Postprandial sendiri memiliki arti setelah makan, sedangkan somnolen adalah mengantuk.

Kondisi food coma sendiri disebut cenderung terjadi setelah makan besar, khususnya jika kaya akan kandungan lemak atau tinggi karbohidrat, dan juga disertai alkohol. 

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga food coma terjadi setelah makan kecil, khususnya bila memiliki kepekaan terhadap makanan yang dimakan atau mengonsumsi makanan tinggi nutrisi tertentu seperti triptofan.

Gejala Food Coma

Adapun gejala food coma bisa bervariasi, namun pada umumnya adalah menimbulkan rasa kantuk, kelelahan fisik, tingkat energi rendah, lesu, kurang konsentrasi, serang kurang fokus. 

Tak perlu risau, kondisi food coma disebut tidak berbahaya bagi kondisi medis. Dalam hal ini, food coma tidak menyebabkan kehilangan kesadaran yang tidak disengaja.

Namun hanya perasaan lelah atau kantuk yang dirasakan, atau juga merasa energinya terkuras, sehingga membuat ingin tidur. Perlu diketahui, gejala food coma bisa berlangsung selama beberapa jam atau bahkan lebih.

Penyebab Food Coma

Meski para ahli belum mengetahui pasti mengenai penyebab food coma, namun ada beberapa teori tentang penyebab food coma, mulai dari jenis makanan hingga pergeseran ritme sirkadian.

Sebagai informasi, ritme sirkadian adalah jam internal tubuh yang mengatur pola tidur. Berikut teori penyebab food coma yang paling populer:

1. Jenis Makanan

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, makanan yang kaya karbohidrat bisa membantu tubuh menyerap triptofan, yakni asam amino yang digunakan tubuh untuk membuat serotonin. 

Serotonin merupakan hormon yang membantu mengatur tidur, pencernaan, dan suasana hati, yang mungkin menjelaskan perasaan bahagia, mengantuk, dan kenyang setelah makan.

Selain makanan kaya karbohidrat, makanan yang kaya akan protein juga mengandung triptofan, sehingga makan makanan yang kaya protein dan karbohidrat memiliki potensi lebih besar menimbulkan rasa kantuk setelah makan.

Adapun makanan yang memiliki kandungan triptofan tinggi adalah unggas tanpa lemak seperti ayam dan kalkun, ikan, tahu, kacang polong, susu, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta putih telur. 

Sedangkan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi adalah roti putih, kue kering, soda, makanan bertepung (pasta, kentang, dan nasi), serta gandum dan quinoa.

2. Porsi Makan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang pola tidur lalat buah, ditemukan bahwa rasa kantuk lebih mungkin terjadi setelah makan besar daripada setelah makan dengan porsi kecil, terlebih bila makanan tersebut kaya akan protein atau garam.

Hal itu juga dikarenakan semakin besar porsi makan, maka semakin lama juga waktu yang diperlukan sistem pencernaan untuk menyerap semua nutrisi. Selain itu, gula darah juga akan naik, sehingga bisa menyebabkan penurunan tingkat energi tak lama kemudian.

3. Minum Alkohol Bersamaan dengan Makan

Pada kebanyakan orang yang minum alkohol saat makan akan membuat mereka merasa sangat lelah setelah makan. Hal ini juga dikarenakan alkohol bisa menyebabkan kantuk karena merupakan depresan sistem saraf.

4. Perubahan Hormon

Food coma rupanya juga bisa terjadi akibat perubahan hormon. Pasalnya, beberapa hormon dan jalur sistem saraf yang juga terlibat dalam pencernaan pun mengatur waktu tidur.

5. Waktu Makan

Agar tidak mengalami food coma, disarankan untuk tidak makan siang dengan porsi besar. Pasalnya, hal ini seringkali memicu rasa kantuk di sore hari.

Upaya Mencegah Food Coma

1. Berjalan-jalan di Luar Setelah Makan

2. Makan Dengan Porsi Kecil

3. Tidur Siang

4. Minum air yang cukup

5. Melakukan olahraga selama lima menit seperti lari di tempat atau naik turun tangga.

Sumber Referensi

Medical News Today. 2021. Food coma: What to know about postprandial somnolence (https://www.medicalnewstoday.com/articles/food-coma diakses pada 2 Agustus 2023)

Sayer Amber. 2022. Food Coma: What It Is And How To Revive Yourself Out Of One! (https://marathonhandbook.com/food-coma/ diakses pada 2 Agustus 2023)

article

Artikel Terkait Lainnya