Unduh Aplikasi Nirvana

image Health

Health Category

Mengenal Kanker Rahim (Penyebab-Gejala- Pengobatan-Pencegahan)

22 February 2023

oleh Novi Ardila

Share

Tweet

Salin Tautan

Ringkasan

Gejala Kanker Rahim

Penyebab Kanker Rahim

Pengobatan Kanker Rahim

Cara Mencegah Kanker Rahim

Sumber Referensi

Kanker rahim merupakan kanker yang berawal dari sel-sel endometrium atau dinding rahim, yaitu organ tempat berkembangnya janin kala hamil. Oleh karena itu, dalam bahasa medis, kanker ini dikenal dengan adenokarsinoma endometrium.

Sebagian besar kasus kanker ini dialami oleh wanita pasca menopause, 25 persen dialami oleh wanita premenopause dan 5 persennya masih berusia di bawah 40 tahun. Pada kelompok wanita usia reproduksi, kanker ini seringkali dihubungkan dengan kelainan ovarium, gangguan ovulasi, infertilitas serta obesitas.

Gejala Kanker Rahim

Gejala kanker rahim yang sering terjadi yaitu pendarahan abnormal dari vagina. Pada wanita yang masih haid, perdarahan abnormal diartikan sebagai pendarahan antara dua periode haid atau haid yang lebih banyak dari biasanya.

Sedangkan pada wanita yang sudah menopause, pendarahan vagina sesedikit apapun dianggap abnormal. Terlebih apabila dialami oleh wanita yang tidak menjalani terapi hormon untuk mengatasi gejala-gejala menopause.

Apabila sudah lanjut, kanker rahim bisa menimbulkan gejala seperti:

● Nyeri perut atau panggul
● Perut kembung
● Rasa cepat kenyang
● Perubahan pola atau frekuensi buang air besar dan berkemih

Penyebab Kanker Rahim

Sampai saat ini, penyebab pasti kanker rahim belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko.

Diantaranya seperti:

● Sebagian besar kasus kanker rahim biasanya ditemukan pada wanita pascamenopause (sekitar 50 tahunan).
● Wanita yang haidnya tidak teratur.
● Wanita dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) parah.
● Wanita yang mengkonsumsi hormon estrogen untuk mengobati gejala menopause.
● Durasi mengalami haid semakin panjang. Mulai haid sebelum usia 12 tahun atau mengalami menopause di usia yang lebih tua.
● Belum pernah hamil.
● Sedang menjalani pengobatan kanker payudara dengan obat tamoxifen.
● Mempunyai berat badan yang berlebih (Obesitas)
● Faktor genetik seperti sindrom Lynch.

Pengobatan Kanker Rahim

Pengobatan kanker rahim yang direkomendasikan yaitu hystero-salpingo-ooforektomi bilateral (pengangkatan rahim beserta kedua saluran telur dan ovarium) dengan atau tanpa pengangkatan kelenjar getah bening. Lalu akan diikuti oleh pengambilan sampel cairan peritoneum (rongga perut).

Setelah operasi, sebagian besar pasien mungkin perlu kemoterapi atau radioterapi tambahan sesuai dengan ukuran, stadium, dan jenis kanker. Meski demikian, cara ini mempunyai keterbatasan, yaitu menyebabkan hilangnya fungsi reproduksi khususnya pada wanita yang belum menikah dan ingin memiliki keturunan.

Oleh karena itu, ada alternatif pengobatan kanker rahim yang dikenal dengan fertility-sparing strategy. Cara ini bisa direkomendasikan pada wanita yang berusia kurang dari 40 tahun atau ingin mempertahankan kesuburannya. Kandidat untuk bisa menjalani pengobatan ini harus diseleksi dengan cermat dan masuk ke dalam “kategori risiko rendah” yang memiliki ciri-ciri berikut:

● Jenis kanker merupakan adenokarsinoma endometrioid stadium 1 berdiferensiasi baik, yang telah dikonfirmasi melalui prosedur dilatasi dan kuretase (D&C).
● Tumor terbatas pada endometrium dengan diameter kurang dari 2 cm, tanpa penyebaran di luar rahim dan invasi pada lapisan dinding otot rahim atau rongga limfovaskular (LVSI).
● Berada pada rentang umur reproduksi dan berkeinginan untuk memiliki keturunan di masa depan.
● Tidak ada kontraindikasi terhadap terapi yang hormonal.
● Memahami sifat pengobatan tidak standar, termasuk adanya risiko kanker yang tersembunyi, berulang, atau menetap.

Fertility-sparing strategy ini mengandalkan terapi dengan progestin. Biasanya evaluasi akan dilakukan 3 bulan setelah terapi progestin dimulai melalui biopsi dinding rahim.

Apabila terjadi remisi total (tidak ditemukan sel kanker), biopsi akan diulang 3 bulan kemudian. Apabila hasil biopsi negatif selama 2 kali berturut-turut, pasien disarankan untuk segera hamil.

Apabila kanker menetap di bulan ketiga terapi, dosis progestin akan dinaikkan. Biopsi juga dilakukan kembali 3 bulan kemudian. Apabila setelah 9-12 terapi progestin kanker menetap atau bahkan memburuk, kemungkinan besar diperlukan histerektomi.

Cara Mencegah Kanker Rahim

Kanker rahim sebenarnya tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, menghindari faktor risiko dapat mengurangi kemungkinan terserang kanker rahim.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan seperti di bawah ini:

● Menjaga berat badan ideal dengan rutin berolahraga serta mengonsumsi makanan sehat bergizi lengkap dan seimbang.
● Rutin melakukan pemeriksaan kandungan secara berkala, khususnya pap smear.
● Menjaga kadar gula darah tetap normal dan rutin memeriksa kadar gula darah apabila menderita diabetes.
● Berkonsultasi dengan dokter berpengalaman ketika memilih metode kontrasepsi yang tepat
● Berkonsultasi dengan dokter berpengalaman jika akan mendapatkan pemakaian terapi hormon setelah menopause.
● Rutin berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tamoxifen.

Nah, apabila kamu memiliki tanda-tanda kanker seperti diatas segera konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Sumber Referensi


Redaksi Halodoc. 2022. Kanker Rahim [Online] (https://www.halodoc.com/kesehatan/kanker-rahim di akses 4 Februari 2023)

Siloam Hospital. 2023. Kanker Rahim - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya [Online] (https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-kanker-rahim di akses 14 Februari 2023)

dr Merry Dame Cristy Pane. 2022. 5 Tanda Kamu Mungkin Terkena Kanker Rahim [Online] (https://www.alodokter.com/5-tanda-kamu-mungkin-terkena-kanker-rahim di akses 14 Februari 2023)

article

Artikel Terkait Lainnya