Unduh Aplikasi Nirvana

image Health

Health Category

Mengapa Kakek dan Nenek Memiliki Aroma yang Khas? Ketahui Penyebabnya

25 March 2024

oleh Tiara Yola

Share

Tweet

Salin Tautan

Ringkasan

Penyebab Lansia Memiliki Aroma Khas

Setiap Orang Memiliki Bau Khasnya Masing-Masing

Pernahkah kalian mencium aroma khas saat berkunjung ke rumah nenek dan kakek? Tak sedikit di antara kita yang kerap mencium aroma khas saat berkunjung ke rumah nenek dan kakek.

Pada dasarnya, setiap orang tak perlu memiliki indera penciuman yang tajam untuk memahami bahwa badan mengeluarkan bau yang berbeda pada setiap tahap kehidupan. Misalnya pada bayi, secara alami mereka berbau harum dan menenangkan, walau mereka terkadang memuntahkan susu dan juga popok penuh oleh ompol.

Lantas apa yang menyebabkan nenek dan kakek atau lansia memiliki bau yang khas? Simak selengkapnya dalam ulasan berikut ini. Semoga bermanfaat!

Penyebab Lansia Memiliki Aroma Khas

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa di setiap tahap kehidupan, badan akan mengeluarkan bau yang berbeda. Mulai dari bayi hingga lansia.

Bila saat bayi memiliki aroma wangi hingga menenangkan secara alami, pada saat masa pubertas, remaja yang aktif biasanya memiliki bau yang mengingatkan pada bawang dan keringat. Begitu juga saat memasuki usia senja, tubuh akan mengeluarkan bau yang berbeda lagi.

Terlebih bila memang tinggal dengan kakek dan nenek atau orangtua yang sudah sepuh, maka akan menyadari bahwa hidung menangkap aroma mirip campuran bau minyak dan kapur barus yang tajam. Dalam bahasa Jepang, bau para lansia yang sangat khas itu memiliki istilah khusus yakni Kareishu, yang berarti bau bertambahnya tahun.

Perlu diketahui bahwa bau khas pada tubuh manusia terbentuk dari keringat dan zat-zat yang diproduksi tubuh. Dalam hal ini, secara umum, ada dua kelenjar keringat yakni apokrin (di area tubuh yang berambut seperti ketiak dan genital), serta kelenjar ekrin (berada di seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki).

Rupanya tidak cuma lansia, usia pertengahan juga memiliki bau yang unik. Pria berusia 30-40 tahun biasanya mengeluarkan bau tubuh yang mirip dengan bau minyak lama, dan ini berbeda dengan bau lansia.

Sementara berdasarkan studi yang dilakukan perawatan tubuh asal Jepang, Mandom, menyebutkan bahwa bau tersebut biasanya diproduksi di bagian atas dan belakang kepala, dan mencapai puncaknya di usia akhir 40-an. Hal ini dipicu oleh peningkatan level diacetyl, komponen yang tercipta ketika asam laktat di keringat dipecah oleh bakteri.

Bila ingin mengurangi aroma tersebut, bisa dengan menggunakan produk yang memiliki aroma seperti kayu manis atau licorice karena flavonoid dari tanaman itu bisa mengurangi kadar diacetyl. Namun perlu diketahui bahwa semakin bertambahnya usia, bau unik dari tubuh pun berubah.

Dr. Eileen Tan dari RS Mount Elizabeth Novena, Singapura, menyebutkan bahwa bau khas pada lansia tidak ada hubungannya dengan faktor kebersihan. Sementara menurut penelitian, kadar asam lemak omega-7 tidak jenuh tunggal pada permukaan kulit akan naik enam kali lipat saat usia bertambah.

Di samping itu, lansia juga berkeringat lebih sedikit lantaran sudah tidak lagi seaktif di usia produktif. Hal inilah yang kemudian kemungkinan akibat faktor kolagen yang terus berkurang. Sehingga, menunjukkan bahwa keringat yang berkurang berarti semakin sedikit kerja bakteri, yang akhirnya berpengaruh pada aroma tubuh.

Lalu produksi minyak di kulit juga akan berkurang, kemudian pengaruh faktor pola makan, kondisi kesehatan, obat-obatan, dan faktor genetik yang akan menghasilkan aroma khas lansia.

Dr. Eileen Tan juga berpendapat bahwa aroma khas pada lansia itu akan semakin kuat saat berusia di atas 60 tahun. Menurutnya, aroma khas tersebut bisa dikurangi dengan mengonsumsi makanan tinggi oksidan dan menjaga hidrasi dengan minum air putih yang cukup. Selanjutnya, juga disarankan untuk memakai produk perawatan kulit yang melembabkan.

Setiap Orang Memiliki Bau Khasnya Masing-Masing

Melansir laman KlikDokter, dr. Devia Irine Putri menyebutkan bahwa pada dasarnya, setiap orang memiliki aroma tubuh masing-masing, tak peduli berapa usianya. Kemudian ia juga menyampaikan bahwa penelitian terdahulu tidak menggunakan banyak sampel, sehingga tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa lansia memiliki bau badan khas yang tidak sedap.

Lebih lanjut, dr. Devia Irine Putri menambahkan bahwa secara medis, setiap orang dikatakan memiliki aroma tubuhnya masing-masing. Bila lansia dianggap memiliki bau badan yang spesifik, bisa saja hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, baik karena penyakit yang diderita, perubahan hormon, atau bahkan minyak atau krim lainnya yang sering digunakan.

Di samping itu, dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter juga menilai bahwa persoalan bau badan khas lansia masih menjadi kontroversi. Menurutnya, bau seseorang, khususnya lansia, sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik, misalnya ada penyakit atau tidak dan aktivitas yang dijalani mereka.

dr. Devia pun mencontohkan lansia yang secara umum tidak memiliki penyakit berat dan masih bisa beraktivitas seperti biasa tidak akan memiliki bau badan yang "aneh". Sedangkan lansia yang sepanjang waktunya dihabiskan untuk beristirahat atau bed rest akibat penyakit kronis, misalnya komplikasi diabetes, akan cenderung memiliki beberapa luka atau infeksi di beberapa bagian tubuhnya, khususnya punggung dan kaki, sehingga bisa memiliki aroma tertentu.

article

Artikel Terkait Lainnya