Unduh Aplikasi Nirvana

image Health

Health Category

Memahami Apa Itu Vaginismus? Lengkap dari Penyebab Hingga Pengobatan

18 October 2023

oleh Tiara Yola

Share

Tweet

Salin Tautan

Ringkasan

Apa Penyebab Vaginismus?

Gejala Umum Vaginismus

Jenis-jenis Vaginismus

Pencegahan dan Pengobatan Vaginismus

Sumber Referensi

Vaginismus sendiri merupakan suatu kondisi terjadinya kejang otot pada otot dasar panggul. Akibat kondisi ini, bisa memicu rasa nyeri, sulit, atau tidak bisa melakukan hubungan seksual.

Tak cuma itu, saat hendak mencoba memasukkan benda seperti tampon, penis, atau bahkan spekulum ke dalam vagina, maka akan muncul rasa kencang akibat kontraksi otot dasar panggul yang tidak disengaja.

Kelompok otot Pubococcygeus (PC) merupakan kelompok otot yang paling umum mengalami vaginismus. Hal ini lantaran kelompok otot tersebut bertanggung jawab untuk melancarkan buang air kecil, senggama, orgasme, buang air besar, dan persalinan.

Di sisi lain, vaginismus juga kerap dikaitkan sebagai trauma pelecehan seksual. Hal ini benar adanya, trauma seksual menjadi salah satu penyebab terjadinya vaginismus.

Apa Penyebab Vaginismus?

Pada dasarnya, penyebab pasti vaginismus belum diketahui. Meski begitu, kondisi ini diduga terjadi akibat oleh pemicu stres fisik, stres emosional, atau bahkan keduanya. Hal ini mungkin saja terjadi sebagai antisipasi dari tubuh, sehingga penderitanya pun mengharapkan hal tersebut untuk terjadi.

Adapun pemicu vaginismus secara emosional adalah perasaan takut, biasanya terjadi akibat rasa sakit. Kemudian perasaan cemas yang bisa disebabkan oleh rasa bersalah dan biasanya karena masalah hubungan.

Selanjutnya, mengalami peristiwa traumatis, termasuk pelecehan seksual, hingga pengalaman buruk di masa kanak-kanak.

Sedangkan secara fisik, vaginismus disebabkan oleh adanya infeksi seperti infeksi saluran kemih atau infeksi jamur, kondisi kesehatan seperti kanker atau lichen sclerosus. Lalu persalinan, menopause, dan mengalami operasi panggul.

Selain itu, juga dipicu oleh kurangnya pemanasan sebelum melakukan hubungan seksual, lubrikasi vagina yang tidak mencukupi, efek samping dari pengobatan, hingga masalah fungsi seksual yang dapat mempengaruhi pasangan pria atau wanita.

Gejala Umum Vaginismus

Secara umum gejala utama dari vaginismus adalah otot-otot vagina yang tegang dan menyempit saat akan berhubungan seksual, sehingga menimbulkan nyeri (dispareunia). Sehingga, hal ini bisa menyebabkan mengganggu keintiman dan hubungan seksual.

Adapun gejala lainnya adalah penetrasi menjadi sulit atau tidak mungkin dilakukan, merasakan nyeri seksual jangka panjang tanpa penyebab yang jelas, timbulnya rasa nyeri selama pemasangan tampon, serta kejang otot atau pernapasan yang terhenti selama memulai hubungan seksual.

Jenis-jenis Vaginismus

Beberapa jenis vaginismus bisa saja dialami oleh wanita dari berbagai usia. Vaginismus sendiri dikelompokkan menjadi empat kategori.

Vaginismus Primer adalah kondisi seumur hidup dimana kejang terjadi saat pertama kali seseorang mencoba melakukan hubungan seksual atau memasukkan tampon ke dalam vagina. Hal ini kemungkinan juga membuat penderita sulit untuk menjalani pemeriksaan ginekologi.

Penderita vaginismus primer bisa mengalami rasa sakit, sensasi terbakar, atau kejang otot. Sehingga saat berhubungan intim, penetrasi vagina akan sangat sulit dilakukan. Gejala ini akan berhenti saat upaya penetrasi vagina dihentikan.

Vaginismus Sekunder diakibatkan oleh kondisi yang biasanya berasal dari peristiwa tertentu seperti infeksi, menopause, kondisi medis, pembedahan, atau persalinan. Namun sayangnya, meski dokter berhasil mengobati kondisi medis yang mendasarinya, rasa sakit tetap dapat berlanjut. Penderita jenis inilah yang biasanya disebabkan oleh emosional atau psikologis seperti trauma fisik.

Vaginismus Global bisa bersifat primer atau sekunder. Kondisi ini biasanya mengacu pada kasus ketika gejala terjadi sebagai respons terhadap semua jenis penetrasi, misalnya penetrasi vagina, oral, hingga masturbasi.

Vaginismus Situasional memiliki gejala terjadi sebagai respons terhadap beberapa jenis penetrasi saja, misalnya seseorang yang mungkin tidak dapat berhubungan seks, namun bisa memasukkan tampon.

Pencegahan dan Pengobatan Vaginismus

Pada umumnya, upaya untuk mencegah terjadinya vaginismus secara khusus belum ditemukan. Akan tetapi, bagi mereka yang memiliki faktor risiko mengalami vaginismus, disarankan untuk melakukan konseling pra nikah.

Sementara bila sudah divonis atau didiagnosis mengalami vaginismus, ada beberapa pengobatan yang bisa ditempuh. Penanganan dan perawatan vaginismus sendiri mungkin saja melibatkan spesialis yang berbeda, bergantung pada penyebabnya.

Beberapa perawatan yang paling umum dilakukan untuk menangani vaginismus adalah latihan kontrol dasar panggul. Latihan ini merupakan aktivitas kontraksi dan relaksasi otot atau latihan kegel untuk meningkatkan kontrol otot dasar panggul.

Selanjutnya adalah pendidikan dan konseling, nantinya, dokter akan memberikan informasi mengenai anatomi seksual dan siklus respons seksual yang bisa membantu penderitanya paham tentang rasa sakit dan proses yang dialami tubuh.

Terakhir adalah latihan emosional. Langkah ini bisa membantu penderitanya untuk mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengatasi faktor emosional apapun yang mungkin berkontribusi pada masalah otot di vagina ini.

Sumber Referensi

dr. Fadhli Rizal Makarim. 2020. Vaginismus Bisa Terjadi Akibat Trauma Seksual? [online] (https://www.halodoc.com/artikel/vaginismus-bisa-terjadi-akibat-trauma-seksual diakses 19 April 2023) 

dr. Pittara. 2022. Vaginismus [online] (https://www.alodokter.com/vaginismus diakses 19 April 2023)

article

Artikel Terkait Lainnya