Ringkasan
Sejarah Campak
Gejala Penyakit Campak
Faktor Risiko Campak
Cara Mencegah Campak
Vaksinasi
Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi
Menjaga jarak
Menjaga kebersihan
Menjaga daya tahan tubuh
Cara Mengobati Campak
Vaksinasi Campak
Sumber Referensi
Campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyebar melalui tetesan udara yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus ini juga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi.
Jika tak ditangani dengan benar dan tepat, campak dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang serius. Mulai dari radang otak (encephalitis) dan radang paru-paru (pneumonia).
Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah campak. Vaksinasi akan memberikan perlindungan terhadap virus campak dan mencegah komplikasi yang serius.
Sejarah Campak
Dilansir dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit campak adalah penyakit kuno yang dideskripsikan pada awal abad ke-9 oleh dokter dan cendekiawan Persia, Abu Bakr Muhammad Zakariyya Razi atau nama Eropa-nya dikenal sebagai Rhazes.
Menurut Rhazes dalam bukunya berjudul The Book of Smallpox and Measles, penyakit menular ini lebih ditakuti daripada cacar. Campak menjadi penyakit yang meluas ketika eksplorasi global meningkat pada abak ke-16.
Seiring berjalannya waktu, vaksin campak mulai dikembangkan dan digunakan secara luas, yang menyebabkan jumlah kasus dan kematian akibat campak menurun secara signifikan. Namun sayangnya wabah campak kembali melanda Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat kenaikan 32 kali lipat kasus campak sepanjang tahun 2023 menjadi 3.341 total kasus yang terjadi di 223 kabupaten dan kota dari 31 provinsi di Indonesia.
Seperti apa sebenarnya penyakin campak ini? Selengkapnya simak ulasan berikut.
Gejala Penyakit Campak
Gejala campak seringnya sangat ringan dan tidak membahayakan bagi kebanyakan orang. Tetapi dapat sangat berbahaya bagi wanita hamil dan dapat menyebabkan cacat bawaan pada janin. Gejala penyakit campak biasanya muncul sekitar 2-3 minggu setelah terinfeksi virus. Biasanya berlangsung selama 1-5 hari.
Berikut adalah beberapa gejala umum dari campak:
*Demam biasanya rendah atau sedang dan berlangsung sekitar 3-5 hari.
*Ruam merah yang terasa gatal dapat muncul di wajah, dada, dan lengan dan kemudian berkembang ke seluruh tubuh.
*Sakit kepala yang terkadang disertai batuk dan pilek
*Sakit tenggorokan
*Lemah dan letih
*Konjungtivitis atau mengalami peradangan pada mata
Faktor Risiko Campak
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena campak meliputi :
*Orang yang belum divaksinasi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena campak dibandingkan dengan orang yang sudah divaksinasi.
*Anak-anak di bawah usia 5 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena campak.
*Kondisi medis tertentu yang membuat seseorang memiliki sistem imun yang lemah, seperti pada HIV/AIDS atau kemoterapi.
*Orang yang bepergian ke negara-negara di mana campak masih umum.
*Orang yang berada di lingkungan yang sama dengan orang yang terinfeksi campak.
Cara Mencegah Campak
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah campak, di antaranya:
Vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah campak. Vaksinasi akan memberikan perlindungan terhadap virus campak dan mencegah komplikasi yang serius.
Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi campak dapat menurunkan risiko terkena penyakit ini.
Menjaga jarak jika kamu harus berada di lingkungan yang sama dengan orang yang terinfeksi, cobalah untuk menjaga jarak fisik sebanyak mungkin.
Menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan dapat mencegah virus campak menyebar.
Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan cukup istirahat.
Cara Mengobati Campak
Penyakit campak sebenarnya tidak memerlukan tindakan pengobatan khusus. Lantaran, campak bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, penderita campak tetap dapat diberi penanganan untuk meringankan gejala serta mencegah terjadinya komplikasi penyakit serius.
Berikut beberapa penanganan tersebut:
*Orang yang terinfeksi campak harus diisolasi agar tidak menyebar atau menularkannya ke orang lain.
*Obat-obatan simptomatik (ibuprofen dan paracetamol) dapat digunakan untuk mengurangi demam dan sakit.
*Cukupi cairan untuk mencegah dehidrasi.
*Vitamin A dapat diberikan untuk menurunkan risiko komplikasi pada anak-anak yang terkena campak seperti kerusakan mata.
*Pada kasus yang serius, perawatan medis seperti respirator diperlukan untuk mengelola komplikasi seperti pneumonia atau encephalitis.
Vaksinasi Campak
Vaksinasi campak adalah cara yang efektif dan aman untuk mencegah campak. Vaksinasi akan memberikan perlindungan terhadap virus campak dan mencegah terjadinya komplikasi yang serius.
Vaksin campak dapat diberikan kepada anak-anak dan orang dewasa. Ada dua jenis vaksin campak yang tersedia yaitu vaksin campak yang digabungkan dengan vaksin measles, mumps, dan rubella (MMR) dan vaksin campak yang digabungkan dengan vaksin measles dan rubella (MR).
Vaksin campak diberikan dalam dua atau tiga dosis, tergantung pada jenis vaksin yang digunakan. Pertama dosis diberikan pada usia 12-15 bulan, kedua dosis diberikan pada usia 4-6 tahun.
Vaksin campak sangat aman dan efektif dalam mencegah campak. Meskipun sangat jarang, efek samping yang mungkin terjadi setelah vaksinasi termasuk demam, sakit kepala atau ruam di tempat injeksi. Namun efek samping yang lebih serius sangat jarang terjadi.
Ingatlah bahwa vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah campak dan komplikasinya.
Sumber Referensi
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas. 2023. Sejarah Campak, Penyakit Kuno dan Paling Menular di Dunia [online] (https://www.kompas.com/sains/read/2023/01/20/080000723/sejarah-campak-penyakit-kuno-dan-paling-menular-di-dunia di akses 8 Februari 2023)
dr Pittara. 2023. Pengertian Campak [online] (https://www.alodokter.com/campak di akses 8 Februari 2023)
CNBC Indonesia. 2023. Awas! Kasus Meningkat 32 Kali Lipat, Indonesia KLB Campak [online] (https://www.cnbcindonesia.com/news/20230127103748-8-408720/awas-kasus-meningkat-32-kali-lipat-indonesia-klb-campak di akses 8 Februari 2023)
Artikel Terkait Lainnya