Ringkasan
Apa Itu Listeriosis?
Penyebab Listeriosis
Gejala Listeriosis Secara Umum
Faktor Risiko Listeriosis
Penanganan Listeriosis
Upaya Pencegahan Listeriosis
Sumber Referensi
Kehamilan menjadi suatu hal yang paling ditunggu-tunggu bagi mereka yang telah menikah. Namun saat hamil, tentunya juga harus menjaga kesehatan dengan baik.
Khususnya dalam mengonsumsi makanan, ibu hamil disarankan untuk makan makanan sehat. Maknanya, ibu hamil tidak boleh makan sembarangan. Pasalnya, bila mengkonsumsi makanan sembarangan akan juga berdampak pada janin yang ada di dalam kandungannya.
Salah satu infeksi yang mengintai ibu hamil bila makan makanan sembarangan adalah listeriosis. Lantas apa sebenarnya listeriosis itu? Faktor risiko apa yang disebabkan oleh listeriosis? Simak ulasan berikut ini.
Apa Itu Listeriosis?
Listeriosis merupakan infeksi serius yang diakibatkan karena mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi bakteri Listeria Monocytogenes. Infeksi ini bisa menimbulkan gejala ringan seperti mual dan diare hingga gejala berat seperti peradangan otak.
Listeriosis berisiko dialami oleh wanita hamil dan bayi yang baru lahir, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Pada sejumlah kasus, diketahui bahwa infeksi bakteri ini bisa menyebabkan keguguran atau bayi meninggal di dalam kandungan (stillbirth).
Penyebab Listeriosis
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, listeriosis disebabkan oleh infeksi bakteri Listeria monocytogenes yang merupakan "foodborne disease", yakni penyakit yang muncul akibat masuknya mikroorganisme patogen ke dalam tubuh yang dihantarkan oleh makanan.
Infeksi bakteri tersebut hidup di air, tanah, dan kotoran hewan. Bakteri tersebut bisa menginfeksi manusia melalui makanan atau minuman seperti sayuran mentah, produk makanan kemasan yang terkontaminasi, susu atau produk turunannya yang tidak dipasteurisasi, serta daging hewan yang terinfeksi bakteri.
Penting untuk diketahui bahwa bakteri Listeria bisa bertahan hidup di kulkas atau freezer. Artinya bahwa menyimpan makanan di tempat tersebut tidak menjamin makanan akan terbebas dari bakteri.
Gejala Listeriosis Secara Umum
Gejala listeriosis sendiri bisa muncul dalam beberapa hari atau bulan setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri listeria. Adapun beberapa gejala diantaranya mual, diare, demam, menggigil, dan nyeri otot.
Sementara pada anak kecil, lansia, dan orang dengan daya tubuh lemah, bakteri listeria bisa menyebar ke sistem saraf. Bila hal ini terjadi, gejala yang muncul adalah leher kaku, sakit kepala, hilang keseimbangan, linglung, dan kejang.
Sementara pada janin atau bayi baru lahir, gejala infeksi bakteri listeria bisa muncul beberapa hari setelah dilahirkan. Adapun gejalanya adalah jarang menyusu, rewel, demam, muntah, hingga sulit bernafas.
Faktor Risiko Listeriosis
Pada seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, listeriosis biasanya tidak menyebabkan kondisi serius.
Namun bila bakteri menyerang kelompok ibu hamil, bayi baru lahir dan orang berusia 65 tahun ke atas, akan berdampak pada kondisi membahayakan.
Penanganan Listeriosis
Untuk pengobatan listeriosis sendiri bergantung pada tingkat keparahannya. Pasien dengan gejala ringan, pada umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus dan bisa sembuh dengan sendirinya.
Akan tetapi pada pasien dengan gejala berat seperti ibu hamil dan bayi baru lahir, pengobatan harus dilakukan di rumah sakit.
Nantinya dokter akan memberikan infus antibiotik guna mengatasi infeksi dan mencegah komplikasi. Selain itu juga bisa dengan mengonsumsi banyak air putih untuk pengidap penyakit usus dengan gejala diare.
Upaya Pencegahan Listeriosis
1. Mencuci tangan dengan air sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
2. Gunakan air panas dan sabun untuk mencuci peralatan masak
3. Membersihkan sayuran sebelum dimasak di bawah air mengalir
4. Masak daging, unggas, dan telur dalam suhu yang tepat. Pastikan matang dengan sempurna
5. Jangan minum susu mentah (tidak dipasteurisasi) atau makan makanan mengandung susu yang tidak dipasteurisasi
6. Panaskan lebih dahulu makanan yang ingin dimakan
7. Bersihkan bagian dalam kulkas secara berkala dengan air hangat dan sabun untuk membunuh bakteri
8. Hati-hati dalam mengonsumsi dan menyimpan daging, olahannya, serta makanan kemasan
9. Simpan makanan sisa dengan benar di kulkas
10. Simpan bahan makanan mentah dan makanan matang dalam wadah terpisah
11. Selalu panaskan kembali daging olahan sebelum dikonsumsi
Sementara khusus pada ibu hamil dan orang dengan daya tahan tubuh rendah, sebaiknya menghindari konsumsi makanan atau minuman seperti salad, sosis, daging ham atau daging olahan lainnya, susu yang tidak dipasteurisasi dan produk olahannya seperti keju, serta bandeng asap atau makanan seafood asap lainnya yang sudah disimpan di dalam kulkas.
Sumber Referensi
dr. Pittara. 2022. Listeria [online] (https://www.alodokter.com/listeria diakses pada 1 Oktober 2023)
dr. Rizal Fadli. 2022. Listeriosis [online] (https://www.halodoc.com/kesehatan/listeriosis diakses pada 1 Oktober 2023)
Artikel Terkait Lainnya