Unduh Aplikasi Nirvana

image Health

Health Category

7 Ciri Tubuh Kurang Serat, Gak Cuma Sembelit

22 February 2024

oleh Tiara Yola

Share

Tweet

Salin Tautan

Ringkasan

Apa Itu Serat?

Ciri-Ciri Tubuh Kurang Serat

Berapa Kadar Kebutuhan Serat Manusia?

Sumber Referensi

Tubuh manusia memerlukan sejumlah nutrisi agar tetap sehat. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh adalah serat.

Serat sendiri termasuk nutrisi yang penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Serat makanan adalah jenis karbohidrat yang tahan terhadap pencernaan dan penyerapan oleh tubuh manusia.

Lantas apa jadinya bila tubuh kekurangan serat? Lewat artikel berikut akan mengulas ciri-ciri tubuh yang kekurangan serat. 

Semoga Bermanfaat!

Apa Itu Serat?

Secara umum, serat dibagi menjadi dua jenis, yakni serat larut air (soluble fiber) dan serat tidak larut air (insoluble fiber). 

Adapun serat larut air yang dimaksud adalah dapat mencegah penyerapan kolesterol di saluran pencernaan, mempertahankan rasa kenyang dalam waktu yang lama, serta menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Serat larut air bisa diperoleh dari berbagai jenis makanan seperti oats, kacang-kacangan, apel, jeruk, dan berbagai jenis buah-buahan. 

Sementara serat tidak larut air akan memperlancar gerakan saluran pencernaan, misalnya kulit dari berbagai buah dan sayuran seperti kulit apel.

Ciri-Ciri Tubuh Kurang Serat

1. Sembelit

Gejala kekurangan serat yang utama adalah sembelit. Seseorang akan dianggap mengalami sembelit bila frekuensi buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

Serat, khususnya serat larut air memang dibutuhkan oleh usus agar bisa berkontraksi dengan baik. Di samping itu, kekurangan asupan serat juga bisa menyebabkan pergerakan usus tidak lancar, sehingga membuat seseorang mengalami sembelit.

2. Cepat Merasa Lapar

Dalam sebuah studi, ditemukan bahwa serat, khususnya serat larut air akan menurunkan kadar hormon ghrelin, yakni hormon yang menimbulkan rasa lapar. 

Sehingga, bila mengonsumsi cukup serat, maka rasa kenyang akan bertahan lama. Maka dari itu, bila mengonsumsi makanan yang rendah serat akan menyebabkan rasa lapar cepat datang, bahkan setelah makan.

3. Berat Badan Naik

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mengonsumsi makanan yang rendah serat akan membuat tubuh menjadi cepat merasa lapar. 

Sehingga akan membuat makan lebih banyak. Siklus ini bisa berulang secara terus-menerus, sehingga bisa menyebabkan berat badan naik.

4. Perut Kembung

Saat tubuh kekurangan asupan serat, maka gerakan peristaltik pada saluran pencernaan menjadi lebih lambat. Sehingga, hal ini membuat makanan akan melewati saluran pencernaan dengan lambat.

Gerakan peristaltik saluran cerna yang melambat itu akan menyebabkan banyak gas "terperangkap" di saluran pencernaan yang akibatnya membuat perut akan mudah terasa begah atau kembung.

5. Gula Darah Mudah Naik

Saat berada di dalam tubuh,serat akan diserap secara perlahan. Maka dari itu, bila melakukan diet tinggi serat, gula darah cenderung stabil dan tidak mudah melonjak.

Sedangkan saat tubuh mengonsumsi lebih banyak karbohidrat sederhana seperti nasi putih atau bakmi, maka tubuh akan cepat mencernanya. Hal ini membuat gula darah bisa melonjak tidak lama setelah mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat.

6. Kolesterol Jahat Meningkat

Kolesterol pada dasarnya diproduksi oleh organ hati, serta didapat dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. 

Sementara makanan yang kaya serat bisa membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal karena serat akan mengikat kolesterol di saluran pencernaan dan mencegah penyerapan kolesterol di dalam darah.

7. Berisiko Memiliki Gangguan pada Jantung

Seperti yang diketahui bahwa kolesterol jahat bisa memicu berbagai masalah kesehatan, khususnya gangguan pada jantung. 

Untuk menurunkan risiko terkena gangguan jantung, maka tubuh memerlukan serat serta nutrisi lain seperti vitamin B, zinc dan zat besi yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat di tubuh.

Berapa Kadar Kebutuhan Serat Manusia?

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa serat memiliki peran penting bagi pencernaan. Maka agar kebutuhan serat dalam tubuh terpenuhi, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan serat seperti roti, oatmeal, buah-buahan dan sayuran.

Meski begitu, perlu diingat bahwa mengonsumsi serat berlebih juga bisa memicu dampak yang tidak baik. Oleh sebab itu, kenali terlebih dahulu kebutuhan serat untuk tubuh.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi dari Kementerian Kesehatan, kebutuhan serat bagi tubuh sangat bervariasi, bergantung pada usia dan jenis kelamin. 

Adapun rinciannya sebagai berikut:

  • Anak usia 1-6 tahun: 16-22 gram
  • Laki-laki usia 7-12 tahun: 26-30 gram
  • Laki-laki usia 13-18 tahun: 35-37 gram
  • Laki-laki dewasa: 38 gram
  • Perempuan usia 7-12 tahun:26-28 gram
  • Perempuan usia 13-18 tahun: 30 gram
  • Perempuan dewasa:32 gram

.

Setelah mengetahui ciri-ciri tubuh kekurangan serat, maka jangan lupa untuk mencukupi kebutuhan serat harian agar terhindar dari gejala kekurangan serat. 

Di samping itu, perlu diingat juga untuk menjaga asupan serat agar sesuai dengan kebutuhan tubuh lantaran kelebihan serat juga tidak baik bagi kesehatan.

Sumber Referensi

dr. Theresia Rina Yunita. 2020. Catat, Ini Tanda Tubuh Anda Kurang Serat (https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/catat-ini-tanda-tubuh-anda-kurang-serat diakses pada 17 February 2024)

dr. Fadhli Rizal Makarim. 2022. Inilah 6 Dampak Kurang Serat Pada Tubuh (https://www.halodoc.com/artikel/inilah-6-dampak-kurang-serat-pada-tubuh diakses pada 17 February 2024)

article

Artikel Terkait Lainnya