Unduh Aplikasi Nirvana

image Health

Health Category

Mengenal Sindrom Disfungsi Multiorgan (Penyebab, Gejala, Pengobatan Hingga Tindakan Pencegahan)

26 July 2023

oleh Tiara Yola

Share

Tweet

Salin Tautan

Ringkasan

Apa Itu Sindrom Disfungsi Multiorgan?

Penyebab Sindrom Disfungsi Multiorgan

Gejala Sindrom Disfungsi Multiorgan

Pengobatan Sindrom Disfungsi Multiorgan

Risiko Kematian Sindrom Disfungsi Multiorgan

Pencegahan Sindrom Disfungsi Multiorgan

Sumber Referensi

Kasus obesitas di Indonesia tampaknya masih menjadi hal yang harus diperhatikan. Pasalnya, obesitas bisa berujung pada kematian. 

Kematian itu sendiri diketahui juga dikarenakan terjadi komplikasi obesitas yang kemudian berujung pada sindrom disfungsi multiorgan.

Ini seperti yang belakangan menimpa Muhammad Fajri, pria penderita obesitas dengan berat badan 300 kilogram. 

Fajri meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Kamis (22/6/2023) di usia 26 tahun setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat sekitar 14 hari.

Lantas apa itu sindrom disfungsi multiorgan?

Lewat artikel berikut ini akan dibahas seputar sindrom disfungsi multiorgan. Semoga bermanfaat!

Apa Itu Sindrom Disfungsi Multiorgan?

Kegagalan multiorgan juga biasa disebut sebagai multiple organ dysfunction syndrome (MODS) atau multiorgan failure (MOF). Kondisi ini diperkirakan memengaruhi sekitar 15 persen pasien yang dirawat di ICU.

Bahkan, MOF disebut juga telah berkontribusi terhadap sekitar 50 persen kematian di ICU. MODS merupakan kegagalan fungsi dari dua atau lebih organ vital seperti jantung, paru-paru, hati, ginjal, hingga kelenjar adrenal lantaran kejadian akut. Sehingga, penderita dengan infeksi berat (sepsis) bisa juga mengembangkan MODS.

Bila MODS tidak ditangani dengan tepat, bisa jadi berbahaya. Terlebih angka kematiannya juga cukup tinggi bila seorang pasien sudah memasuki tahap multiorgan failure.

Penyebab Sindrom Disfungsi Multiorgan

Sindrom disfungsi multiorgan sendiri diketahui bisa memengaruhi homeostasis atau kemampuan tubuh dalam mempertahankan kondisi organ agar tetap berfungsi normal. 

Pada umumnya, MODS dimulai dari penyakit seperti cedera atau infeksi yang menyebabkan keadaan imunodepresi dan hipometabolisme.

Perlu diketahui imunodepresi adalah suatu kondisi saat sistem imun tidak bisa menjalankan perannya dengan baik, sehingga dapat memicu infeksi. 

Sedangkan hipometabolisme adalah kondisi yang ditandai dengan tingkat metabolisme yang sangat rendah.

Sementara itu, pemicu paling umum dari disfungsi multiorgan adalah sepsis atau komplikasi yang terjadi akibat infeksi. 

Namun penyebab lainnya meliputi trauma besar, operasi besar, luka bakar, pankreatitis, syok, sindrom aspirasi, transfusi darah, penyakit autoimun, serta gagal jantung akut.

Gejala Sindrom Disfungsi Multiorgan

 1. Kondisi mental yang berubah

2. Penurunan perfusi ginjal (penurunan output urin)

3. Kemunduran pernafasan

4. Penurunan fungsi jantung

5. Status metabolisme yang kacau

6. Keseimbangan cairan terganggu

7. Kulit pucat, lembab, dingin di bagian tepi, dan denyut pedal lemah

8. Penurunan curah jantung, misalnya tekanan darah rendah dan aritmia

9. Kejang

10. Penurunan kesadaran

Pengobatan Sindrom Disfungsi Multiorgan

Adapun pengobatan sindrom disfungsi multiorgan disebut sulit, meningkat dengan cepat, dan seringkali berakibatan fatal. 

Maka dari itu, deteksi dini sangat penting dilakukan guna mencegah perkembangannya.

Sedangkan hasil pasien yang positif bergantung pada pengenalan segera, penerimaan ICU, dan dukungan organ invasif. 

Meski begitu, penanganan pengobatan sindrom disfungsi multiorgan diantaranya adalah mengidentifikasi dan mengobati penyebab, komorbiditas, atau komplikasi yang mendasarinya.

Selanjutnya, resusitasi cairan untuk meningkatkan perfusi. 

Lalu dukungan perawatan dan pemantauan termasuk dukungan multiorgan, ventilasi mekanis atau non invasif, mempertahankan homeostasis cairan, terapi pengganti ginjal.

Risiko Kematian Sindrom Disfungsi Multiorgan

Mengingat sindrom disfungsi multiorgan mengganggu kinerja organ tubuh yang rumit dan kompleks, maka hal ini bisa menyebabkan kematian pada penderita.

Di sisi lain, kondisi infeksi berat seperti sepsis bisa juga membuat tubuh menghasilkan reaksi kekebalan atau mengalami peradangan berlebihan. 

Lalu pasokan darah dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh juga terganggu. Sehingga tanpa aliran darah dan oksigen yang memadai, organ penting tubuh bisa mengalami kerusakan dan tidak berfungsi dengan baik.

Sementara untuk risiko kematian akibat sindrom disfungsi multiorgan sendiri bergantung pada tingkat infeksi berat atau sepsis, yakni berkisar antara 20 hingga 100 persen. 

Umumnya dokter diketahui menggunakan tingkat keparahan ini dengan menakar kondisi sistem pernapasan, sistem kardiovaskular, sistem ginjal, sistem hati, sistem hematologi, dan sistem neurologis.

Sehingga bila ada dua hingga empat gagal organ, maka risiko kematian berkisar antara 20 sampai 50 persen. 

Namun bila mengalami lebih dari empat gagal organ, maka tingkat risiko kematiannya pun menjadi 60 sampai 100 persen. 

Maka dari itu, penderita sindrom disfungsi multiorgan memerlukan perawatan medis secara intensif.

Pencegahan Sindrom Disfungsi Multiorgan

Meski tidak ada obat khusus yang bisa membantu mencegah terjadinya sindrom disfungsi multiorgan. 

Namun para peneliti telah menyelidiki cara untuk mengobatinya secara dini guna mencegah penyakit memburuk, tetapi bersifat intervensi dan bisa menjadi kontroversial.

Namun juga sudah ada bukti bahwa penyedia layanan kesehatan bisa mencegah sindrom disfungsi multiorgan yang memburuk dengan meminimalkan trauma pada paru-paru selama dukungan ventilasi.

Kemudian membatasi transfusi darah sampai benar-benar diperlukan, menghindari obat-obatan yang beracun bagi ginjal, pemberian obat untuk  mencegah maag dan pendarahan pada lambung, memberi nutrisi yang baik, serta mencegah komplikasi hematologi dengan mengencerkan darah.

Sumber Referensi

Christine Zink, MD. 2022. What Is Multiple Organ Dysfunction Syndrome (MODS)? [online] (https://www.verywellhealth.com/multiple-organ-dysfunction-syndrome-5223630 diakses pada 9 Juli 2023)

Mahardini Nur Afifah. 2023. Fajri Pria Obesitas Alami Sindrom Disfungsi Multiorgan sebelum Meninggal, Apa itu? [online] (https://health.kompas.com/read/23F22172900268/fajri-pria-obesitas-alami-sindrom-disfungsi-multiorgan-sebelum-meninggal-apa-itu-?page=all#page2 diakses pada 9 Juli 2023)

Physiopedia. Multiple Organ Dysfunction Syndrome [online] (https://www.physio-pedia.com/Multiple_Organ_Dysfunction_Syndrome diakses pada 9 Juli2023)

Tri Yuniwati Lestari. 2021. Penyebab dan Tanda-Tanda Tubuh Mengalami Multiorgan Failure [online] (https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/penyebab-dan-tanda-tanda-tubuh-mengalami-multiorgan-failure diakses pada 9 Juli 2023)

article

Artikel Terkait Lainnya